Sabtu, 06 Maret 2010

Terapi Juice, Minuman Segar Menyehatkan

Mengkonsumsi jus buah dan jus sayuran terbukti bermanfaat bagi tubuh. Selain menyegarkan, jus buah dan sayuran kaya akan vitamin dan mineral, zat ini berguna untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh dari serangan penyakit. Serat terkandung juga mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker.


Gaya hidup kembali ke alam sedang menjadi trend masarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Memang benar ungkapan bijak “You are what you eat,” yang berarti kesehatan tercermin dari apa yang Anda makan. Pola makan masyarakat moderen yang serba instan, tinggi lemak, protein, gula dan garam menjadi pemicu timbulnya penyakit degeneratif seperti darah tinggi, kencing manis, jantung koroner hingga kanker. Agar terhidar dari penyakit, pola makan tidak sehat harus dihindari.


Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral. Banyak orang yang kurang suka mengkonsumsi sayuran dan buah, terutama anak-anak. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengolahnya menjadi jus sehingga penampilan dan cita rasanya lebih menarik dan menggugah selera makan.

Manfaat Mengkonsumsi Jus

Pengertian minuman jus, baik itu jus buah maupun sayuran adalah minuman sari buah yang diperoleh dari proses pemerasan mesin juicer sehingga akan diperoleh cairan sari buah atau sayuran. Namun di Indonesia, kita lebih mengenal istilah jus adalah minuman yang terbuat dari buah atau sayuran yang dihaluskan dengan blender, padahal minuman jenis ini sebenarnya lebih tepat disebut dengan smoothie. Apapun definisinya, yang pasti jus sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Namun sayang, masarakat kita belum mebudaya dengan mengkonsumsi buah dan sayuran, baik dalam bentuk segar maupun jus.

Dalam kesempatan media briefing, Prof.Dr.Ir.Made Astawan,MS, ahli gizi IPB menjelaskan jika konsumsi buah dan sayuran masarakat kita masih sangat rendah. Padahal target yang diharapkan hanya berkisar lima persen dari total energi yang dikonsumsi. Made juga mengingatkan kita untuk memperbanyak mengkonsumsi jus buah dan sayuran karena di dalam jus kita bisa memperoleh sumber cairan, sumber vitamin, sumber mineral, karbohidrat dengan glikemik indek rendah dan sumber senyawa fitokimia. Jus juga sumber serat yang bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan, mengikat racun dalam tubuh dan memberikan rasa kenyang. Sangat baik bagi Anda yang sedang menjalani diet. Made menambahkan, jus buah dan sayuran juga mengandung beragam mineral, seperti kalsium, magnesium, fosfor, besi, dan potasium. Walaupun diperlukan dalam jumlah kecil, mineral ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Manfaat mengkonsumsi jus sayuran dan buah juga dianjurkan oleh National Academy of Sciences. Penelitian akademi ini menunjukkan, jus buah dan sayuran kaya akan senyawa fitokimia yang dapan menurunkan risiko kanker. Jus buah dan sayuran juga kaya akan vitamin A, C dan E, golongan vitamin antioksidan. Antioksidan dalam jus buah dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, katarak dan mencegah kerusakan sel pankreas, baik untuk penderita diabetes mellitus. Jus buah tertentu seperti jus jeruk sangat kaya akan asam folat, asam yang bermanfaat mengurangi risiko bayi lahir cacat. Karenanya, United States Food and Drug Administration menganjurkan untuk mengkonsumsi jus yang kaya akan asam folat bagi ibu yang sedang hamil.

Jus segar atau dalam kemasan?

Saat ini banyak dijual jus dalam kemasan. Jus di dalam kemasaan memang praktis dan menawarkan pilihan rasa yang beragam. Dari sisi penampilan baik warna jus dan kemasannya memang menggoda selera. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika mengkonsumsi jus dalam kemasan, seperti yang diutarakan Dr.Luciana B Sutanto, MS, SpGK. Ahli gizi RSCM yang juga staf pengajar Departemen Gizi FKUI. Kepada penulis, Dr.Luciana menyarankan jika membeli jus dalam kemasan sebaiknya memperhatikan keutuhan kemasan (tidak rusak), tanggal kedaluarsa dan komposisi zat gizinya. Jus dalam kemasan juga seringkali ditambahkan pewarna, pengawet, pemanis dan rasa asam buatan yang tidak baik bagi kesehatan. Teknik pengawetan dengan metode pemanasan pasteurisasi banyak digunakan dalam industri jus kemasan. Teknik pemanasan ini dapat mengubah enzim dan zat gizi dalam makanan sehingga kehilangan nilai nutrisinya. Dr.Luciana juga menyarankan sebisa mungkin mengkonsumsi jus segar.
Tentunya dengan memperhatikan sanitasi dan hygiene di saat pembuatannya. Jus buah atau sayuran segar sebaiknya jangan disimpan terlalu lama dalam suhu ruang. Beberapa vitamin akan rusak karena teroksidasi dengan udara. Membiarkan jus dalam suhu ruang terlalu lama juga akan menghakibatkan reaksi browning enzimatik, reaksi ini akan merubah warna buah menjadi kecokelatan sehingga dari sisi kenampakan, jus tidak menarik lagi untuk dikonsumsi.

Tip Membuat Jus Lebih Segar

Agar jus buah dan sayuran yang Anda buat lebih menggoda selera. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.
• Kualitas Bahan. Pilih buah yang matang dan segar agar mendapatkan rasa prima. Biasanya buah terlalu muda akan menghasilkan warna jus pucat dengan rasa asam tajam. Sedangkan buah kelewat matang, teksturnya terlalu lunak dengan aroma menyengat. Untuk jus sayuran, pilih sayuran segar dan cuci yang bersih sebelum dihaluskan/diperas.
• Variasi Bahan. Jus akan lebih menarik penampilanya jika dikombinaskan dengan buah-buahan yang berbeda warna. Misalnya semangka dipadu dengan nenas dan melon. Gradasi warna merah, kuning dan hijau membuat penampilan jus semakin menggoda selera. Jangan takut untuk mengkombinasikan buah-buahan dengan rasa dan aroma kontras. Seperti durian dipadu dengan sirsak atau jeruk, rasa manis dan legit dari buah durian semakin terasa lezat dengan sentuhan rasa asam segar dari buah jeruk atau sirsak. Sebaliknya jangan mencampur buah dengan aroma sama-sama tajam/kuat, seperti nangka dengan durian.
• Tambahkan Air Jeruk Lemon. Tambahkan beberapa sendok makan air jeruk lemon pada saat memblender semua jenis juice buah. Selain memberikan sensasi rasa asam segar, air jeruk juga membantu menghilangkan aroma dan rasa kurang enak pada buah-buah tertentu, seperti alpokat, pepaya dan jambu biji.
• Teknik Pembuataan. Sebagian orang menyukai juice yang dibuat dengan cara meblender buah dengan es batu secara bersamaan. Padahal teknik memblender buah tanpa es batu kemudian didinginkan dalam kulkas akan menghasilkan juice dengan rasa dan aroma yang lebih segar dan enak.
• Sajika Segera Selagi Dingin. Jangan lupa sajikan dalam kondisi dingin, selain terasa lebih segar suhu rendah membantu vitamin C yang terkandung di dalam jus tetap berkualitas baik.
• Tambahkan Garnis. Agar jus buatan Anda lebih menarik, tambahkan sentuhan garnis seperti potongan buah-buahan, daun mint atau ceri di atasnya. Budi Sutomo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar